Close

Not a member yet? Register now and get started.

lock and key

Sign in to your account.

Account Login

Forgot your password?

HERMAWAN KARTAJAYA

06 Nov Posted by in Artikel | Comments
HERMAWAN KARTAJAYA
 

Bapak-Marketing-Indonesia

 

 

Bapak Marketing Indonesia, begitu ia sering disapa adalah seorang kelahiran Tionghoa di Surabaya, Jawa Timur pada tahun 1947. Beliau menghabiskan masa kecilnya dengan hidup serba kesusahan. Walaupun demikian, ayahnya tak pernah berhenti memberi banyak pelajaran hidup. Kondisi perekonomian keluarga yang sulit justru memuat seorang Hermawan Kertajaya semakin termotivasi untuk maju.

Semenjak kecil, Pak Herwaman memiliki semangat belajar yang sangat tinggi. Hal ini yang membuatnya tumbuh menjadi siswa yang rajin dan pintar. Dengan berbekal ilmu yang dimilikinya, beliau juga membuka les privat untuk membantu ekonomi keluarganya. Tidak hanya mendapatkan uang tambahan, Hermawan Kartajaya juga bisa terus menimba pengalaman sebagai seorang pengajar. Sebagian uang hasil mengajar ditabung untuk kuliah selepas lulus dari SMA. Hingga ia diterima di jurusan Teknik Elektro, Insitut Teknologi 10 Nopember, Surabaya, dengan biaya sendiri.

Hermawan kemudian menyadari bahwa ia tidak cocok di bidang teknik, akhirnya ia berhenti kuliah dan kembali menyalurkan bakat mengajarnya di sebuah SMU Swasta di Surabaya. Disana, beliau menjadi guru favorit karena dapat menyampaikan pelajaran yang sulit dengan baik. Persoalan muncul ketika pemerintah ketika itu mewajibkan guru SMA menyandang gelar sarjana. Akhirnya, Hermawan Kartajaya kembali ke kampus, tepatnya di Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana, Bali. Berkat kerajinan dan ketekunanannya, Hermawan Kartajaya bisa lulus dalam waktu singkat.

Setelah lulus dari Udayana, ia mulai bekerja di PT HM Sampoerna untuk mengelola PT Panggung. Saat itu gaji yang ia dapat jauh lebih besar dibandingkan dengan gajinya semasa menjadi guru. Namun akhirnya ia jenuh dan kembali mengajar. Hermawan Kertajaya menyebut dirinya “Born to be a teacher!”.

Kemudian, ia mendirikan perusahaan konsultan bernama MarkPlus di kota kelahirannya. MarkPlus didirikan untuk melakukan riset marketing yang bisa digunakan untuk menciptakan strategi bisnis bagi perusahaan-perusahaan. Ia kemudian sering mengikuti kuliah dan seminar marketing di luar negeri. Kesempatan untuk mengemban pendidikan di luar negeri pun berhasil didapatnya, ia mendapatkan gelar master dari University of Strahclyde, Glasgow. Beberapa kampus terkenal di Amerika juga pernah

disinggahinya, mulai dari Harvard, Wharton, Kellogg hingga University of Michigan. Seiring berjalannya waktu, MarkPlus terus berkembang dan saat ini MarkPlus sudah merambah Asia dan Amerika. Bahkan dinobatkan sebagai salah satu dari 50 Gurus Who Have Shaped The Future of Marketing oleh The Chartered Institute of Marketing, Inggris.

Tokoh yang satu ini merupakan pengusaha dan sekaligus pakar marketing yang ternama di Indonesia. Kiprahnya di dunia marketing telah mengilhami banyak para marketer di Indonesia. Pemikiran dan inovasinya dibidang marketing sangatlah fenomenal dan wajib bagi marketer untuk bisa berguru padanya. Sungguh peranan marketing dalam dunia bisnis merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Mungkin kita bisa menyebutkan jantung dari suatu bisnis ialah marketing. Hermawan Kertajaya telah menjadi tokoh sangat penting dalam membawa perubahan pola pikir dan mental bagi seorang pengusaha yang utamanya di bidang marketing.

Hermawan Kertajaya telah membuktikan kepiawaiannya dalam dunia marketing. Hal yang telah ia lakukan selama hidupnya telah juga mengubah banyak hidup orang. Berbagi ilmu dengan orang lain tak pernah berhenti dilakukannya. Beberapa pelajaran penting dari Pak Hermawan tentunya jangan berhenti menyerah, lakukan yang terbaik untuk diri sendiri dan orang lain.

-BE TRUSTED . BE PRIORITIZED-

customer service : 089677134959 atau 081232222350
email : cs@kreasilangit.com
www.kreasilangit.com
https://www.facebook.com/kreasilangit
twitter : @kreasilangit
pin BB : 31595F5A

Leave a Reply

Nama (wajib)

Email (wajib)

Website

Isi Pesan