Close

Not a member yet? Register now and get started.

lock and key

Sign in to your account.

Account Login

Forgot your password?

PEJUANG KREATIVITAS MASUK KORAN – PERCETAKAN BUKU MURAH

13 Mar Posted by in Artikel | Comments
PEJUANG KREATIVITAS MASUK KORAN – PERCETAKAN BUKU MURAH
 
Bu Dyan Masuk Koran

Foto Koran Surya Hal. 10 Tanggal 13/03/2016

Jika anda berlangganan koran SURYA, anda jangan sampai melewatkan halaman 10 di bagian PERSONA. Bu Dyan Mukti Rahayu siap menginspirasi anda. Siapakah Bu Dyan?

Di artikel kami sebelumnya, kami menjelaskan bahwa ada salah satu pelanggan kami yang memesan cetak buku di KreasiLangit.com . Beliau mengetahui kami dari google. Selanjutnya anda dapat membaca secara lengkap pada artikel : Cetak Buku Yang Menakjubkan.

Artikel tersebut kami buat pada tanggal 1 Februari 2016. Ada banyak order buku pada saat itu, tetapi kami merasa “harus” untuk menuliskan tentang perjuangan dan order buku beliau, dan kami beruntung bisa menjadi bagian dalam kisah hebat Ibu Dyan.. Dan memang benar, bukan kami saja yang terinspirasi akan Bu Dyan, tetapi Koran Surya pun merasa “harus” menuliskan sepak terjang beliau dalam membudayakan kreatif di seluruh keluarga dan sekolah.

Nama lengkap beliau adalah Dyan Mukti Rahayu. Lulusan Universitas 17 Agustus Surabaya ini bisa dibilang salah seorang pahlawan lingkungan. Bukan hanya di Surabya, tetapi juga di Indonesia kalau kami boleh berkata. Beliau mengawali karir dari seorang Guru TK khusus mengajar Kreativitas Barang Bekas di sebuah TK di Surabaya.

Karir beliau terus berkembang. Beliau mengikuti suami yang pindah dinas ke Semarang. Di Semarang, istri Bayu Handoko (45 tahun) itu mengajar satu sekolah ke sekolah lainnya. Saat itu Didi (panggilan akrab Bu Dyan), mencoba peruntungan mengikuti lomba Alat Permainan Kreatif yang diadakan Dinas Pendidikan Kota Semarang. Dan beliau menjadi pemenang. Karena prestasi tersebut, beliau diangkat menjadi kepala sekolah.

“Waktu itu saya berhasil memenangkan loba berkali-kali”. Pada 2003 juara 1 lomba membuat Alat Permainan Edukasi (APE) tingkat kota. Setelah dua kali menang, ia maju ke tingkat provinsi Jawa Tengah dan menang lagi.

Karir yang dirintis di Semarang harus ditinggalkan ketika suami pindah dinas ke Jakarta. Ia mulai lagi dari nol dengan mengajar di berbagai sekolah. Salah satunya di sekolah Global Islamic Jakarta. “Saya khusus mengajar kreativitas”, ujar Ibu dua anak itu.

Di Jakarta, karir Didi pun melejit. Didi tidak berhenti mengikuti lomba. Ia kembali menjadi juara satu membuat Alat Permainan Edukasi Taman Asuh Anak Muslim (TAAM) Provinsi Jawa Barat dan juara satu membuat Alat Permainan Edukasi TAAM tingkat nasional di Gorontalo.

DIBAYAR KERIPIK SINGKONG

Keahlian Didi memang tak diragukan lagi. Berkat kreativitasnya itu dia diminta secara sukarela mengajarkan ilmu membuat APE kepada sekolah-sekolah kecil di pelosok Jakarta.

“Saya diminta untuk mengajarkan APE ke sekolah pelosok. Waktu itu saya senang sekali. Saya jawab dengan mantab bahwa saya mau. Mereka bilang,’tapi tak ada uang untuk bayar Ibu’, saya jawab enggak masalah. Ini sudah kewajiban saya,” kisahnya.

“Bahkan saya pernah mendapat dua bingkisan berisi kripik singkong dari guru di sekolah yang saya datangi sebagai wujud terima kasih. Tidak jarang mereka memberi saya uang recehan hasil urunan.” tutur beliau sambil tertawa kecil.

Di Jakarta Didi bahagia dapat berbagi ilmu dengan sekolah-sekolah kecil dan pelosok. Singkat cerita, pada tahun 2014 beliau pindah lagi. Kali ini beliau mengikuti suami ke Kota Pahlawan, Surabaya. Di Surabaya, lagi-lagi beliau harus memulai karir dari nol lagi. Tetapi semangat beliau lebih keras dari tantangan yang ada. Sehingga sekarang beliau menjadi konsultan art di sebuah sekolah ternama di Surabaya.

“Kini saya lebih berkonsentrasi menjadi pembicara untuk menyalurkan ilmu saya dalam membuat APE ini kepada guru-guru TK di Surabaya.” terangnya.

Di sini jelas tergambar bagaimana perjuangan beliau dalam “nyemplung” di bidang pendidikan kreativitas. Totalitas yang beliau tunjukkan dapat menjadi pelajaran bagi kita. Jangan setengah-setengah dalam menjalani sebuah perjuangan. Apapun bentuk perjuangannya, janganlah soal materi saja yang dituju, tetapi harus mengutamakan aspek sosial dalam prosesnya.

Semoga artikel ringan ini dapat bermanfaat bagi anda. Jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan cetak buku anda, silahkan klik : Percetakan  Buku Murah . Kami adalah percetakan buku murah yang selalu siap menghasilkan cetak buku berkualitas, agar karya tuliasan anda makin bersinar.

Sukses selalu untuk semua!

sumber: Koran SURYA edisi 13/03/2016

Leave a Reply

Nama (wajib)

Email (wajib)

Website

Isi Pesan